Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Verbum Caro Factum Est || Ino Sengkang sekeluarga mengucapkan selamat Natal 2019

Gambar
Natal Telah Tiba, Ia bersemayam dan Lahir dalam Dirimu *"...tetapi KASIH Karunia dan Kebenaran datang oleh YESUS*" (Yoh 1:17) ADVENTUS kita kini berakhir pada sebuah kisah. Kisah kelahiran seorang Anak. Kita merayakan Hari Raya Natal. Ya, setelah dinantikan dalam durasi waktu yang tak singkat. Dinantikan dalam sekian banyak kisah dan pengalaman manusia. Setelah lewati sekian banyak narasi pewartaan dari generasi ke generasi berikutnya. NATAL telah tiba. DIA kini hadir di tengah-tengah kita. Apakah kini 'kelelahan'lah yang mesti kita alami di hari kelahiranNYA? Karena kebosanan dalam lama menanti? Atau apakah Natal dapat 'dibaca' dalam daya dan kekuatan FIRMAN yang menjelma? Yang lalu menjadi dasar utama transformasi seluruh kehidupan manusia? "Tetapi kedatangan TUHAN bukan sekedar kelahiran seorang Anak, melainkan datangnya SABDA". Hari Natal adalah kisah kedatangan *suatu bahasa*. Itulah *Bahasa yang menjelma dalam YESUS*. Bahasa yang te...
Sajak untuk Mama Malam yang sunyi dan hening Aku duduk di samping rumah abadimu yang suci Memanjatkan syukur dan doa Melantunkan lagu kidung bagimu Oh Bayu senja, hembusan sang Ilahi Aku tidak tahu Apakah engkau mendengarkan kata-kataku? Sebab kata-kataku berasal dari kalbu duka lembah yang dalam Menangis bersama rinduku  Aku ingin melihat wajahmu sekali lagi Dengan kecantikan yang terpoles murni Seperti kuncup bunga Bakung Aku  ingin melihat senyuman mu Yang menari-nari di atas pelangi warna-warni Dan bibirmu yang bergetar dengan untaian doa-doa Imanmu kokoh, Rela berkorban, Berkobar dalam kasih Bersaksi dalam aksi Melayani  sampai mati Kebenaran

Anggrek || Puisi untuk Kekasih| Ino Sengkang

Gambar
        Anggrek    Saat aku menatap langit Aku melihat setitik cahaya Terpancar dari mata seorang gadis yang manja sedang memeluk jiwaku  di jalan kehidupan ini Aku menutup mataku Sambil Tersenyum Entah, mengapa? Jiwaku terbangun dari kegelapan malam Mendengar sebuah melodi Indah, bergeming, itu nafasmu Aku melihat aliran cintamu mengalir Tepat dari kedua bola matamu yang sejuk Membasahi jiwaku yang dahaga Cintamu adalah telaga rinduku Suci hatimu Bahagia Bersamamu Kebahagiaan itu tercipta dari dua Jiwa yang berpelukan Dilengkapi dengan pengertian Disinari dengan cinta tulus Tatapanmu menembus hatiku Bening, teduh Harum kelopak matamu Seperti bunga Anggrek Hatimu putih bagai Salju Ruang Rindu, 21 Desember 2019. Pukul 01.47 WiTa Puisi untuk Kekasih, bunga Anggrek.

Keindahan || Ino Sengkang || puisi untuk Kekasih

Gambar
KEINDAHAN Aku mengembara dalam alam imajinasi ku Melintasi sungai dan tanah yang panjang Dan Aku telah melewati puncak gunung Butiran jiwaku membumbung ke Cakrawala Tak pernah kenal rasa putus asa Jiwa dahagaku sirna oleh karena aliran senyumanmu mengalir Membasahi  tepian hati ku yang berkelana di musim panas Menumbuhkan tunas-tunas cinta dari ladang dan petak-petak matamu Hidupku ditopang oleh keindahan, keyakinan dan kepercayaan Engkaulah Keindahan yang berbaur dalam keheningan Keindahan yang selalu menyimpan sejuta rasa dalam jiwaku Keindahan yang memberi tak harap kembali Hadir dalam mimpi-mimpi nyataku Tinggalah di dalam surga kecil hatiku Kau adalah Roh yang hidup Kenang-kenanglah hari ini kita bertemu Nyalakan lilin cinta Untuk kita selamanya Jumat, 13 Desember 2019 *Puisi untuk kekasih Hatiku, Keindahan., Moment Rekak

Sang Motivator || puisi untuk Cakrawala NTT

Gambar
                        Sang Motivator Aku tak pandai merangkai kata tanpa hadirnya dirimu Aku tak bisa berkata-kata  tanpa dukungan darimu Aku  pemula yang takut akan salah Aku pencoba yangtak tau pasti hasilnya Engkau telah mengenalkan aku kepada pena dan buku. Engkau telah mengasa imajinasiku untuk lebih cakap, kritis dan berwawasan luas Senyuman manis dan setiap kata yang kau ucapkan Seakan merayu aku untuk selalu bersamamu Aku jatuh cinta semenjak awal pertemuan itu Aku jatuh cinta dengan segala karya dan prestasimu Hai kamu sang motivator ku Aku juga ingin sama sepertimu Ajarilah aku segala cara agar mimpiku menjadi kenyataan Bukan lagi sekedar mimpiku,  melainkan tekadku Untuk membangun generasi milineal yang lebih bermutu Sambir Bendera, Minggu 08 Desember 2019 Karya Eleonora Ngahum Kelas XI APH SMK
    Seberkas Cahaya Ia bukan Tuhan Bahkan bukan malaikat Ia lilin yang mampu menerangi seribu insan di dalam gubuk sederhana yang gelap gulita Ia ku-ibaratkan bumi yang mampu  menampung ratusan, jutaan, ribuan kaki Yang berpijak di dalamnya Ia ku-sepertikan mana sumber hidup untuk kehidupanku Huh....aku sudah kehabisan kata-kata Untuk mendeskripsikan tentang dirimu Aku kehabisan tinta dan kanvas untuk melukiskan wajahmu yang tulus Akh Senja tidak akan pernah hadir Kalau tidak ada fajar yang mengawali hari-hariku Hmmmm Senja ialah aku Gubuk sederhana ialah lembaga pendidikan-ku Seberkas cahaya dan fajar yang aku maksdud ialah GURU... Ia tak pernah kenal lelah Apalagi putus asa... Selalu membagi dan memberi apa yang di miliki Tidak memandang kepada siapa ia akan memberi Tetapi satu tujuan intinya ialah: agar apa yang diberi dapat bermanfaat bagi yang menerimanya Ialah aku sebagai anak didiknya..... Guru.... Senyum-mu adalah bahagia-ku S...
Keheningan Berjalan menyusuri gelapnya malam Tapak kehidupan melangkah pasti  di atas Bebatuan Licin dinodai lumpur Roda perjuangan melintas Kuambil telpon genggamnya SwmbaSe tersenyum Mendengar suaramu Menemani malam yang sepi

Mutiara Asmara || Ino Sengkang

Gambar
Mutiara  Aku berjalan di atas samudera hati maha luas Menyeberangi lautan rindu yang kian membuas  Menggapai batas Pantai kehidupan Liangloga   Bersama perahu Cinta merajut Asa anak bangsa Tiba-tiba  suaramu menggema dari dasar lautan Merobek gendang telinga Jiwaku  Aku terbangun  Terngiang  wajah manismu Terbang mengepakan sayap-sayap   Di atas Cakrawala jantungku  Ah.. Gelora asmara  tersenyum berkilauan Apakah kamu menitipkan sebutir mutiara rindu Untukku?   Ataukah Jiwaku yang tenggelam dalam dasar lautan hatimu?  ♥️❤️ 17 November 2019 ** Duc In Altum.. Puisi untuk Kekasih, Mutiara Jiwaku. Catatan perjalanan dari Bari menuju L. Bajo.

Tuhan Baik dan Adil

Tuhan... Baik dan Adil _________ Banyak macam kejadian yang ada Pahit sakitnya hidup ditempa kerasnya dunia jika kamu yakin Tuhan itu baik Kamu akan baik-baik saja Tuhan selalu menempatkan diri dipersangkaan hamba-Nya Pada kehidupan yang padamu pikir Tak pernah menyuguhkan Indah dan bahagia Dirimu yang seakan-akan Korban satu-satunya Tapi nyatanya Kamu masih sanggup berdiri Kemudian tersenyum Meskipun dengan isak tangis yang tersisa Tuhan begitu adil Tak mungkin Seluruh hidupmu adalah nestapa Segala yang terjadi Tak pernah luput Dari skenario menakjubkan Hasil karya-Nya Kamu bisa mengharapkan Banyak hal baik Tapi tak kunjung Dia berikan Malah sebaliknya yang kau terima Percayalah bukan Tuhan salah Bukan kamu diabaikan oleh-Nya Hanya saja kadang Apa yang kau pikir baik Belum tentu baik Dimata Tuhan Begitulah sebaliknya •By°Welni Tresiyani Muni• Selasa,05 November 20k9 #TuhanBaik 🤗        #TuhanAdil🤗 #SalamLiterasi👆  ...

Celin Lembor Selatan. . Belum edit

Berkelana Aku merajut mulai dari benang Aku bermimpi mulai dari tidur Aku berlari mulai dari berjalan Aku menang dari kekalahan Menggenggam angan Melintasi sepi sunyi Sesosok ahli mulai bersuara Mengabadikan perjuangannya Aku berkelana ke negeri asing Tekadku tak pernah pudar Menatap langit penuh harapam Karena aku sedang berkelana Sunyi adalah sahabat malam Yang di baluti kegelapan Cahaya pelita hadir Masuk ke setiap lorong tersempit Aku berkelana Menempuh hidup penuh lika liku Mengisi kehampaan bumi pikiranku Melangah jauhhhh         Aku berkelana... Aku lahir sebagai pemenang...   Kursi duduk,03 November"19         "Greeting Literacy NTT"

Rindu untuk Cakrawala-NTT || Mamba-Elar Selatan*Sahabat Pena Cakrawala NTT

Gambar
SURAT RINDU UNTUK MPC NTT Karya Elizabeth Dalima Banur Aku mendapati  seluruh bagian jiwaku tak karuan Disebabkan oleh rindu yang menorehkan perih yang menghujam jantungku Membuat hatiku menanggung luka. Tuan... Aku ingat dengan pertemuan kita Kukenang secangkir percakapan pada suatu senja yang layu saat itu Kita duduk bersama di atas rumput pancasila yang tumbuh rapih di depan sekolahku. Kita saling cerita, berbagi pengalaman, lalu kita tertawa bersama Tuan ... Tak adakah waktumu untuk mengunjungiku? Aku sudah kehabisan kata-kata ketika puisiku tak lagi bermakna Kata-kata dalam puisi rindu selalu menggema pilu dalam jiwaku. Kuberitahu ya,.. Majalah dinding di depan sekolahku dipenuhi dengan coretan rindu untukmu . Nyanyian rindu mereka melengking Hingga memecahkan kesunyian Cakrawala, adakah rindu untukku? Mamba-Elar Selatan, Rabu, 30 Oktober 2019. *Penulis adalah siswi SMAN 3 Elar Selatan Kabupaten Manggarai Timur. Sahabat Pena Cakrawala NTT ini m...

Kumpulan Puisi Celin Daputri ||Sahabat Pena Cakrawala NTT

Gambar
          Guru    Karya   Monika S.M Daputri Kau pelitaku Kau lilinku Kau sang motivator andalanku Kau pahlawan tanpa jasa Tiada lafal seindah tutur katamu Tiada penawar seindah senyummu Tiada hari tanpa baktimu Tiada rasa jenuh terpancar dari wajahmu Kau memberi aku segudang pengetahuan Kau pahlawan yang hanya memberi tak harap kembali Kau mengajarkan aku arti hidup yang sesungguhnya Berkatmu aku tahu aksara Berkatmu aku paham logika Dan aku bukan orang bodoh lagi Terima kasih kuucapkan padamu guruku Jasamu mencerdaskan Impianku         Werang, 03 November 2019 ** Ayahku Pahlawan     Karya   Monika S.M Daputri Lihatlah kulit pahlawan itu Berkeriput, tak semulus kala itu Tataplah wajah pahlawan itu Sudah tak setampan saat itu Waktu demi waktu bahkan sampai saat ini Pahlawan itu tak berhenti mendidik kami Langkahnya tak pernah henti Untuk membuka hati kami ...

Bersama CAKRAWALA NTT || Osin @Puisi

Gambar
Bersama CAKRAWALA NTT              Karya Margareta Kartona Aku pernah bermimpi Ingin menjadi sebuah puisi Aku ingin berdedikasih Dalam dunia pendidikan seni Namun aku ragu Aku takut Mereka akan mengabaikan Bahkan nalarku tak bisa memikirkanya lagi Aku ingin semua punya keberanian Tuk menunjukkan bahwa Aku bisa Bersama cakrawala NTT Ku percaya pasti bisa Menjadi seperti bintang di langit Yang selalu menerangi gelapnya malam Tak ada yang perlu ditakutkan Karena sebagian mimpi ku Akan menjadi kenyataan *Penulis adalah siswi SMAN 1 Labuan Bajo kelas XII IPA 5. Puisi di atas dibacakan saat bimtek Literasi hari ke dua di SMAN 1 Komodo, Jumat 01 November 2019.

Ilmu-mu Ku-dapat Gratis || Osin @puisi

Gambar
Ilmu-mu Ku-dapat Gratis            Karya             Maria Yasinta Liana Memandang wajahnya penuh tatapan misterius Mendengar suaranya Penuh imajinasi tinggi Kata-kata yang diucapkan Menyimpan seribu kenangan Kuikuti alur ceritanya Tanpaku sadari Mulutku bisu tuk lukiskan Bahagianya mendengar suaranya tanpa bimbang Aku ingin bercerita Pada embun pagi Betapa kagum diriku Mengusik lamunan Tentang kisah yang tak ada akhirnya Kusambungkan kata demi kata Tuk merangkai menjadi sebuah kalimat indah Sederhana diucapkan Namun seribu makna didengar Terima kasih kuucapkan padamu Tanpa imbalan apa apa Kau berikanku ilmu sekaligus bangsa ini untuk kugenggam membawa menuju Indonesia maju, Indonesia jaya Terima kasih Cakrawala NTT Terima kasih Tim Literasi, NTT Bangkit,  Indonesia maju             Indrong, Rabu 29 Oktober 2019 **Penulis adalah siswi SMAN 1 Sano...

Tiada Nada Harmonis || Ino Sengkang

Gambar
                                     Tiada Nada Harmonis                                       ================ =                                                                                Ino Sengkang R ahmat kehidupan surgawi dan duniawi  bersamamu    I nspiratif, Inovatif, Imajinatif dan Kreatif itulah dirimu     A badi jasa & karyamu untuk generasi emas bangsa       N egeri tersenyum bangga harum namamu                Teruslah Berkarya                Ter...

Ntala || Ino Sengkang

Gambar
                              Ntala*                               ------------                         Ino Sengkang Malam pekat Dingin Di sini Aku duduk sendiri Mendekam dalam rasa sepi Tanpa ada pujian malam                   Aku selalu merindukanmu                   Setiap malam jiwaku bergetar                   Menderu gelora asmara Hatiku Sembari menatapmu dalam rindu Ntala manis, mekar Senyummu Kaulah Nadi kehidupanku Terangi aku dengan kedipan cahyamu Ruang Rindu, 29 Oktober 2019 *Ntala: Bintang⭐, *Bintang Jiwa:  puisi untuk Kekasih.

Purnama oleh Ino Sengkang

Gambar
Purnama  ---------------- Ino Sengkang Dalam Rindu yang tiada bertepi  Kesunyian malam membius Jiwa  Rindu dan Sunyi bertemu di hati  Dalam remang cahaya Purnama  Kau purnama pertama  Yang terbit diufuk timur  Menyeka Jiwa yang fana  Menerangi raga yang tegar  Cahaya matamu melahirkan Emas Sinar senyummu menitikan Rindu  Bingkai Hatimu penuh Ketulusan  Totus Tuus  Wajahmu tulus  Cantik parasmu  Elok Senyummu    Purnama Ijinkan aku memetik nada-nada cinta bersamamu  --------------- Ruang Rindu, 16 Oktober 2019  **puisi ini untuk kekasih Hatiku, Purnama.  l

Bisikan Rindu Untukmu Cakrawala karya Reineldis Alviana Jaimun

Gambar
BISIKAN RINDU UNTUKMU CAKRAWALA NTT Reineldis Alviana Jaimun Puan Aku sedang menggembara di bukit pitung Gersangan kabut mengisi sel sel bumi langgaran menggapung Tak ada gerimis menggundang mata ataupun hewan belanta Dari sini Sudut gunung melenjit turun Kilik kilik gawang pantulan sunyinya bunyi mengendong telunjuk Tegar ku berdiri untuk gembong selat selatan Gentas ! Ganas ! Ku kirimkan segepuk kataku Berlubang besar sampai kontras ibukota mementas Bisikan rindu untukmu cakrawala Doa gepeng bergeradi musim pagi kota ruteng Gembok poco ndeki Menginginkan kembali membawa cakar tajam bersemi Ruteng,14 September 2019 Nb : MAGUIN* Salam harapan yang tak pernah kandas dariku 😊🙏.Terimakasih kuucapkan motivator .Media Cakrawala NTT Jaya selalu di udara dan hati anak anak bangsa 😊🙏. *MAGUIN adalah akronim dari sosok motivator penulis.

Sunyi Karya Putra Soy

Gambar
Sunyi  karya Putra Soy Malam makin nampak gelapnya Bayangan liar Merayap pada dinding kamar Kini lenyap Tertangkap remah-remah lentera berkaca Nyanyian jangkrik begitu syaduh Di atas ranjang Pada peratapan sunyi #CoretanPenaTua Ende NTT, 12 September'2019

Untukmu HABIBI karya Reineldis Alviana Jaimun

Gambar
HABIBI Karya  Reineldis Alviana Jaimun* Sapaku dari Ruteng kota molas Rahim sejarah masih tergeletak untuk tanah air Indonesia Musim ringkas Sekilas dingin ini berimbang tentang hujan september Dirimu Di panggil sang khalik Tanah motang rua menderu kepada tungku api Semua darahmu menjadi bukti untuk negri ini Habibie Lembah bukit hijau tersenyum untukmu Air mata hati melambaikan sejejer kenangan Habibie doa mata fajar menerima engkau pergi Selamat jalan pahlawan demokrasi Aku mencintaimu sampai hari ini Selamat Jalan Habibi Terimakasih J Ruteng NTT, 11 September 2019 *Penulis siswa SMAN 2 Ruteng.

Sebuah Kerinduan Karya Rosalia Dalima Bhoki

Gambar
                                         Sebuah Kerinduan                            Karya Rosalia Dalima Bhoki*  Akankah selamanya...? Suhu tubuh bak di kutub Bergeming ngemis merindu pujaan hati Sesaat kepalan tangan kepalang tanggung Siasati hati menjamu tamu hati yang menghilang sekejab tanpa berita Mungkinkah Terjebak pusaran segitiga bermuda? Akankah selamanya...? Pikiran melingkar benak tergerak gesek rinai rindu Sajadah wardah kusam melotot disudut tak tersentuh Keluh dan peluh merajai habis tiap sembahyang Asa membayang bias menampik sirna gulungan angan berapi terserak Akankah selamanya..? Asap mengepul sebatang tak cukup Sulut berulang abu menyatu satu dalam asbak limas segitiga Hingga jingga melesat kecap senja penghujung hari Sebotol kobok menjamu harap tak sampai... ...

Sebotol Kobok

Gambar
Sebotol Kobok Karya Rosalia Dalima Bhoki* Senja kemarin... Sebotol kobok menjamu raga yang resah... Mabuk kepayang kepala berimajinasi seribu... Tubuh melayang bebas seperti layang tanpa benang... Senja kemarin... Sebungkus coba membungkus rasa hati yang nyatanya pupus... Kepulan asap batang putih penuh nikotin membekap mulut tanpa putus... Bau membui pekat sekat tatap mata nyata jadi samar... Senja kemarin... Tiga dara coba tenangkan hati... Tangis mengucur sembab mata tak bisa ditampik... Rambut gerai dikemudi kemudian dikuncir.... Seperti hati perih mengunci pasti... Tiga dara bercakap tanpa sengaja emosi menjadi kawan... Meletup merakit amarah... Berdecak..tak menyangka...keji...ingin menepi dini.. Senja kemarin... Aku takluk dibawa tekanan sebotol kobok.. Bingung linglung.. Berkawan sebungkus nikotin mencoba membungkus rasa hati yang pupus... Bersama tiga dara dari utara villa delvia... Kubenamkan luka hati pria tak berempati... Manusia setengah de...

Mimpi

Gambar
Mimpi Oleh Welni Mulni* Jika hatimu terasa gundah Berbaringlah dalam kesunyianmu Jika hatimu tak lekas cerah Pejamkan matamu dan tidurlah Bawa dirimu terbang dan melayang Dalam indah dunia mimpi Jika hatimu telah riang Buka mata dan bengkitlah Dari mimpimu Karena.. Ada orang-orang yang menantimu #SalamLiterasi #CakralawaNTT #SahabatPenggerakLiterasi #GenerasiEmasNTT2050 #SMAN1KupangTimur *Penulis siswi SMAN 1 Kupang Timur  Binaan Cakrawala NTT giat menulis puisi.

Sepucuk Surat Untuk MAGUIN

Gambar
Sepucuk Surat Untuk MAGUIN Dear Maguin -------------------- Selamat malam cakrawala dan Agupena Angin santa clara membunyikan lonceng semesta Di antara duri duri tajam sudahlah angklung menggulung secapung pigura gelap Bulan di atas cerah bisa dikatakan limpah surau pitung wot Sebelumnya aku pernah mabuk akan kerinduan setengah perjalan sudah di binasakan Tetapi, entah mengapa ada gamal dan sureng membuat bayang nakal seperti naga dan kanibal Apa kabar gerangan? Adakah sesuatu yang baru diteluk bayu atau ada kobaran api di biru biru rempah simbal arah mata angin? Mengingat satu tahun yang harus ku garis bawahi Agustus bukan? Tawa dan suka ria bersilahturahmi selama tiga hari Kehadiran kalian dijadikan kenang cigiran mata fajar dan senja Unggunya batu,siulnya sarung rumput,lebahnya jantung,membuka benua benua jamah karisma saka belangka Sepucuk doa kini ku tuai sekejap mendambakan amin di restui kuasa sunyi Sungguh aku rindu Hari ini kita setahun tidak berjump...

Ma'f Senjaku karya Jesica

Gambar
Ma'f Senjaku ........................ Karya Jesica Juliani* Akh maaf senja Aku lupa menyapamu sore tadi Kau tahu, aku baru saja ingin mencurahkan isi hati ini Namun hujan lagi dan lagi menutupi keindahanmu Senja, aku ingin bertanya, apakah jarak selalu menjadi alasan untuk rindu yg tulus? Barang kali kau masih ingat,  Dulu kita pernah berkata bahwa semua terkendali dalam waktu Tinggal bagaimana cara kesempatan hadir diantara kita Senja, maaf aku baru menegurmu di malam yang pekat ini Borong NTT, 23 Agustus 2019 *Penulis adalah Siswi SMAN 1 Borong, aktif menulis sajak, Puisi dan Cerpen. Dampingan Cakrawala NTT meraih Juara 1 FLS2N bidan Literasi Cipta Puisi SMA/K se-Manggarai Timur 2019.

Senyum Berbalut Luka Karya Ocyn Setia

Gambar
Senyum Berbalut Luka Karya Ocyn Setia*           Rembulan pun menyembunyikan diri         Dibalik awan pekat         Kabut pun membawa sejuta luka         Kepada sang mentari pagi            Hatiku pilu        Menusuk sukma jiwa       Senja menggelora berwarna jingga        Menambah luka dilubuk hati       Dinding hatiku kian meroboh       Karena hati yg merana....       Lembaran lama masih tergores       Buah rindu semakkin menjalar       Menyatuh dalam memorii Separuh jiwaku hilang Karena sejuta rasa yg tak terobati Takdir begitu cepat berkata Menghempaskan rindu yg berlalu     Gulungan seduh sedan malam Telah menentang   Merintih  mengenang pilu   Kian gempat gempita merekat   Batas...

SELIRA TUGU RAHAYU TANAHMU

Gambar
SELIRA TUGU RAHAYU TANAHMU Karya Reineldis Alviana Jaimun   Fajar Magnet gali selembar haru dari matamu Ada cinta yang kutatap di hari baru Tanpa kandas jejakku gaburi rahim simpai labirin jentuk Gedung sakral laktat tegak maha gajah nan mulia Rumput mesra di bawah pohon rimdang Mesim muda dan tua jamaikan tuan oli puan soar Guru rancang gais memanjai sangrait Usia congklakan ramai awan bintara langit Rumbai kepada pribumi Kecapi,titik nadi hingga karang taruna tepi pantai Tkj dan Tkr Jantan untain bunga harmoni Langkaan pasang doma ranjani Gunung idil saksi di atas matahari menggarungi damai Seni Yang tak kulupa iya bukan? Maharaja adipati siang sampai senja menanggalkan rupapun masih terbilang dipucuka tahun demi tahun Aloysius Kokoh itu pedoman telaga putih lebati Selira tugu rahayu tanahmu Tajam siding tembok Balada topan kau hadang Naga samurdia berkata nama doa menanjak amin Ruteng, 24 Agustus 2019 *Penulis Siswi SMAN 2 Ruteng, akti...

Puisi

GULAI RAHIM RUNTUNI MAHAR SARI MUDI Oleh Reineldis Alviana Jaimun* Papan mesra kreo lutung mawar dahi Sumbing jalur karing samping pala wija Nama wardah selakasana solak Mutiara suling rantai  ranting berkedip nungging Sayang Aku mendengar isi hati dari aroma kopi Kulit rawokku beruban iman kepayang Lambai cagul purwati dendang sawit jawari Tajam lompat tatap mata keris komprang galah labi Berperang ulang sangka gembala hari Ku tahu fajar galaksi permandian gadis pundi Panjai anak panah rungging menahkodai Gulai rah runtuni mahar sari mudi Ku kelompongi Balet rabi sambar rujiah babak gelang karismatik Ilahi suara mekah ku lagar kepada sunyi Ruteng, 23 Agustus 2019 *Penulis Siswi SMAN 2 Ruteng , pegiat Puisi, Cerpen dan Literasi digital. Siswi dampingan Cakrawala NTT

Rosalia A Bhoki

----------------------- Telaga Rindu  Karya Rosalia A Bhoki* Melati menyepi dalam rumah kaca Dalam diam bersedekap dekap Rindu bersua ingin angan membayang Gusar gundah lucuti nalar Melati letih hampir mati Kelopak lelah lalu mulai melayu Aroma busuk bungkuk menusuk Pusara menyambut, hitam menampik tolak Sayap hitam di kepak kumbang memikat Pelan mampir menghampiri Melati bersedekap harap busuk tak tercium Putih kembali seimbang Madu di hisap menjemput ingin Menghalau gusar amunisi gundah Hampir pupus gejolak menggeliat Ingin berlari menjumpai angan Kumbang hitam menikam kelopak Benang dicabik jemari hingga putus Sari jatuh bersetubuh dalam remang Mahkota menyusup menebar aroma Penuh mengisi rumah kaca Tirai bambu menjuntai turun Saksi bisu telaga rindu *Penulis adalah Pegiat Literasi Digital, aktif menulis puisi dan cerpen.
SENJA  _ Karya Rosalia A Bhoki ---------- Semburat merah jingga turun di telan kelam sang malam Wajah bulan tersenyum sumringah di balik awan hitam Langkah coba berlari hindari mimpi jauhi ilusi Namun... Sketsa wajah aroma lekukmu menarikku kembali Kembali melihatmu menari di tangga pelangi bercengkrama bersama bidadari Sayap dikepak bibir dikulum jari jemari gemulai memulai Hasrat di dada ingin segera ku hampiri Namun... Ragamu kian jauh menghilang di balik awan Tersisa siluet tubuh dalam tatapan Bathin pun bertanya; haruskah aku menunggu? Jenuh berdebat penuh dalam guratan angan Lelah berserah pada ingin Walau rasa kita dalam rupa seribu Menunggumu tetap aku lakukan Hingga senja tak lagi jingga Rasa hati masih terpatri pada cinta yang telah mati Hingga senja tak lagi punya andil Semburat jingga masih masih betah di sisi lain langit sore Aku pernah patah dan kalah lalu jatuh tersungkur di atas tanah Aku pernah patah dan kalah lalu lelah dan ingin ...
Gambar
Susteran Gembala Baik Seminar Human trafficking      Oleh Ino Sengkang* Foto/dok.Inosengkang //suster Lian RGS Gembala Baik Ketua Karya Sosial Indonesia saat memberikan Materi Humman traficking di aula Rene Daem Paroki Khabar Gembira Waerana Kevikepan Borong Keuskupan Ruteng (Minggu 21/Juli 2019)  Waerana.Manggarai Timur. Suster Gembala Baik Ruteng bersama Team Yayasan Weta Gerak melaksanakan seminar tentang humman traficking, perdagangan manusia, migrasi dan kekerasan pada anak bersama umat paroki Khabar Gembira Waerana Kevikepan Borong Keuskupan Ruteng di aula Rene Daem Kelurahan Ronggakoe Kabupaten Manggarai Timur pada Minggu 21 Juli 2019. Acara dibuka secara resmi oleh dewan pastoral paroki Khabar Gembira Waerana di hadapan umat, ketua-ketua KBG, pengurus wilayah, stasi dan Pastor Paroki . Sebelum membuka kegiatan, Ignasius de Quirino menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan dan kesediaan tenaga dan waktu dari Suster Gemba...

Puisi

Harapan Hati di Penghujung Hari Karya Rosalina A Bhoki Dua bocah berlari kecil di tanah lapang Menapak tanah tinggalkan jejak Tangan dikibas seirama langkah Netra hitam berbinar menggelayut riang di balik bibir mungil nan tipis dua bocah Tertawa coba mengusir rindu yang dituju Hela nafas menderu dituntun lelah Jantung berdegup tak pantang menyerah Wajah polos tak dipoles Melawan sepi taklukan cemas Dua bocah ciptakan riang taklukan ragu raga seorang ibu Bertiga menepi di ujung mimpi Berteduh dalam harap dunia fatamorgana Rancangan Tuhan mulia terpatri walau ingin menutun angan Cipta pesona polos memoles Melukis asa dalam rinai duka Insting berbelok menulis Harap hati di penghujung hari