Sebotol Kobok
Sebotol Kobok
Karya Rosalia Dalima Bhoki*

Senja kemarin...
Sebotol kobok menjamu raga yang resah...
Mabuk kepayang kepala berimajinasi seribu...
Tubuh melayang bebas seperti layang tanpa benang...
Senja kemarin...
Sebungkus coba membungkus rasa hati yang nyatanya pupus...
Kepulan asap batang putih penuh nikotin membekap mulut tanpa putus...
Bau membui pekat sekat tatap mata nyata jadi samar...
Senja kemarin...
Tiga dara coba tenangkan hati...
Tangis mengucur sembab mata tak bisa ditampik...
Rambut gerai dikemudi kemudian dikuncir....
Seperti hati perih mengunci pasti...
Tiga dara bercakap tanpa sengaja emosi menjadi kawan...
Meletup merakit amarah...
Berdecak..tak menyangka...keji...ingin menepi dini..
Senja kemarin...
Aku takluk dibawa tekanan sebotol kobok..
Bingung linglung..
Berkawan sebungkus nikotin mencoba membungkus rasa hati yang pupus...
Bersama tiga dara dari utara villa delvia...
Kubenamkan luka hati pria tak berempati...
Manusia setengah dewa..tentu bukan...
Ya...nalarku berngeming rakus...picik tanpa waras...
Caci makiku seperti cacing dibalik liang menggeliat blingsatan setan
Raga ini ditolak...jiwa ini disekap...
ingin hati terjeberembap dalam liang lahat bersama penjahat cinta dari tenggara bumi setengah purnama......
*Pegiat Literasi digital, aktif menulis puisi di Mading FB
Komentar
Posting Komentar