Verbum Caro Factum Est || Ino Sengkang sekeluarga mengucapkan selamat Natal 2019


Natal Telah Tiba, Ia bersemayam dan Lahir dalam Dirimu

*"...tetapi KASIH Karunia dan Kebenaran datang oleh YESUS*"
(Yoh 1:17)

ADVENTUS kita kini berakhir pada sebuah kisah. Kisah kelahiran seorang Anak. Kita merayakan Hari Raya Natal. Ya, setelah dinantikan dalam durasi waktu yang tak singkat. Dinantikan dalam sekian banyak kisah dan pengalaman manusia. Setelah lewati sekian banyak narasi pewartaan dari generasi ke generasi berikutnya.

NATAL telah tiba. DIA kini hadir di tengah-tengah kita. Apakah kini 'kelelahan'lah yang mesti kita alami di hari kelahiranNYA? Karena kebosanan dalam lama menanti? Atau apakah Natal dapat 'dibaca' dalam daya dan kekuatan FIRMAN yang menjelma? Yang lalu menjadi dasar utama transformasi seluruh kehidupan manusia?

"Tetapi kedatangan TUHAN bukan sekedar kelahiran seorang Anak, melainkan datangnya SABDA". Hari Natal adalah kisah kedatangan *suatu bahasa*. Itulah *Bahasa yang menjelma dalam YESUS*. Bahasa yang telah lewati, sekali lagi, jutaan kisah, sekian banyak nabi dan seruan yang tak terhitung. Semuanya selalu mengalir dalam waktu. Dan kini, saatnya bermuara pada hari Natal Sang FIRMAN.

Kita renungkan surat kepada orang Ibrani:
"...pada zaman dahulu ALLAH berulang kali dan dalam perbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi. Tetapi, pada jaman akhir ini ALLAH telah berbicara kepada kita dengan perantaraan ANAK-NYA" (Ibr 1:1-2).

Sang Firman yang menjelma kini menyempurnakan kata-kata kita. SANG Sabda menjelma kini mencahayakan 'bahasa-bahasa' kita. Sang Sabda menjelma kini merapihkan dan melembutkan keseharian percakapan kita. Sang Sabda menjelma kini memberi bobot manusiawi pada setiap seruan dan gerak laku hidup kita terhadap dunia dan sesama. Kini adalah tugas kita, Gereja, untuk menyatakan bahwa sungguh: *"Verbum caro factum est"*, FIRMAN itu telah menjadi daging. "IA ada di kisah-kisah harianmu, IA ada dalam sesamamu, IA dapat dijumpai dalam aneka kekayaan budaya di antero jagat. Dan secara istimewa IA bersemayam dalam dirimu sendiri. Agar engkau memiliki BAHASA KASIH untuk mempersatukan.

Rabu, 25 Des 2019
(Hari Raya Natal).
Bacaan I Yesaya 52:7-10. Bacaan II Ibrani 1:1-6. Injil Yohanes 1:1-18.


Salam Yesus Ekaristi Kudus.
Selamat Hari Raya Natal.
Tuhan memberkati. Amin.

Suara Sabda di ambil dari
(Bolsano-Italia, 25 Desember 2019).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Molas Kala Rana II Endang Bambu dan Ino Sengkang II moment Tunangan 25 April 2020

Rintihan Kesunyian telah Hilang II Ino Sengkang untuk Kekasih Endang Bambu

Ledalero Gadis Kebijaksanaan, Wanita pujaanku|| puisi untuk kekasih jiwaku