SENJA
_
Karya Rosalia A Bhoki
----------
Semburat merah jingga turun di telan kelam sang malam
Wajah bulan tersenyum sumringah di balik awan hitam
Langkah coba berlari hindari mimpi jauhi ilusi
Namun...
Sketsa wajah aroma lekukmu menarikku kembali
Kembali melihatmu menari di tangga pelangi bercengkrama bersama bidadari
Sayap dikepak bibir dikulum jari jemari gemulai memulai
Hasrat di dada ingin segera ku hampiri
Namun...
Ragamu kian jauh menghilang di balik awan
Tersisa siluet tubuh dalam tatapan
Bathin pun bertanya; haruskah aku menunggu?
Jenuh berdebat penuh dalam guratan angan
Lelah berserah pada ingin
Walau rasa kita dalam rupa seribu
Menunggumu tetap aku lakukan
Hingga senja tak lagi jingga
Rasa hati masih terpatri pada cinta yang telah mati
Hingga senja tak lagi punya andil
Semburat jingga masih masih betah di sisi lain langit sore
Aku pernah patah dan kalah lalu jatuh tersungkur di atas tanah
Aku pernah patah dan kalah lalu lelah dan ingin menyerah
Hingga jingga merayap lalu menetap di balik badan awan
Aku masih punya cinta walau tahu bakal patah dan kembali kalah
*Penulis adalah Pegiat Literasi Digital, aktif menulis di dinding Facebook dan di berbagai media lainnya.
_
Karya Rosalia A Bhoki
----------
Semburat merah jingga turun di telan kelam sang malam
Wajah bulan tersenyum sumringah di balik awan hitam
Langkah coba berlari hindari mimpi jauhi ilusi
Namun...
Sketsa wajah aroma lekukmu menarikku kembali
Kembali melihatmu menari di tangga pelangi bercengkrama bersama bidadari
Sayap dikepak bibir dikulum jari jemari gemulai memulai
Hasrat di dada ingin segera ku hampiri
Namun...
Ragamu kian jauh menghilang di balik awan
Tersisa siluet tubuh dalam tatapan
Bathin pun bertanya; haruskah aku menunggu?
Jenuh berdebat penuh dalam guratan angan
Lelah berserah pada ingin
Walau rasa kita dalam rupa seribu
Menunggumu tetap aku lakukan
Hingga senja tak lagi jingga
Rasa hati masih terpatri pada cinta yang telah mati
Hingga senja tak lagi punya andil
Semburat jingga masih masih betah di sisi lain langit sore
Aku pernah patah dan kalah lalu jatuh tersungkur di atas tanah
Aku pernah patah dan kalah lalu lelah dan ingin menyerah
Hingga jingga merayap lalu menetap di balik badan awan
Aku masih punya cinta walau tahu bakal patah dan kembali kalah
*Penulis adalah Pegiat Literasi Digital, aktif menulis di dinding Facebook dan di berbagai media lainnya.
Komentar
Posting Komentar