Sepucuk Surat Untuk MAGUIN

Sepucuk Surat Untuk MAGUIN




Dear Maguin

--------------------

Selamat malam cakrawala dan Agupena
Angin santa clara membunyikan lonceng semesta
Di antara duri duri tajam sudahlah angklung menggulung secapung pigura gelap
Bulan di atas cerah bisa dikatakan limpah surau pitung wot
Sebelumnya aku pernah mabuk akan kerinduan setengah perjalan sudah di binasakan
Tetapi, entah mengapa ada gamal dan sureng membuat bayang nakal seperti naga dan kanibal
Apa kabar gerangan?
Adakah sesuatu yang baru diteluk bayu atau ada kobaran api di biru biru rempah simbal arah mata angin?
Mengingat satu tahun yang harus ku garis bawahi Agustus bukan?
Tawa dan suka ria bersilahturahmi selama tiga hari
Kehadiran kalian dijadikan kenang cigiran mata fajar dan senja
Unggunya batu,siulnya sarung rumput,lebahnya jantung,membuka benua benua jamah karisma saka belangka
Sepucuk doa kini ku tuai sekejap mendambakan amin di restui kuasa sunyi

Sungguh aku rindu

Hari ini kita setahun tidak berjumpa

(Cepatlah kembali ) 🌹

Ruteng, 25 Agustus 2019

Reyneldis A. Jaimun
--------------------------------------



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Molas Kala Rana II Endang Bambu dan Ino Sengkang II moment Tunangan 25 April 2020

Rintihan Kesunyian telah Hilang II Ino Sengkang untuk Kekasih Endang Bambu

Ledalero Gadis Kebijaksanaan, Wanita pujaanku|| puisi untuk kekasih jiwaku