Untukmu Kekasihku " Karya Endang Mayasari


Untukmu Kekasihku Ino Sengkang


Awan kolumbus pertanda hujan deras. Gemuruh dan percikan cahaya petir pasti akan tiba. Gelap mencekam. Udara panas kota kupang seolah membakar raga yang fana ini. Begitu pun angin kencang kejar-kejaran diantara rimbunan pohon mangga. Keringat berhamburan, menetes, bercucuran membasahi pipi bagai terpanggang api neraka di atas tungku batu karang.  Tiba-tiba suasana berubah. Sunyi. Angin kencang berubah menjadi hembusan simphony. Sejuk. Nada pesan Whatsapp khusus dari kekasih berdering. Tak sabar kubuka sebuah diary tertulis 10 Maret 2020, pesannya demikian:  

Aku sama sekali tidak mengenal rasa yang begitu membelenggu ini 
Semenjak pertama kali aku bertemu dan mengenalmu.  
Engkau adalah sosok lelaki sejati untuk menjadi pasangan hidupku.  
Engkaulah kado terindah yang dititipkan Tuhan untuk selamanya hidup bersamaku   
Engkau selalu menghiasi dan mewarnai setiap jalan hidupku.   

Cinta tulus tanpa pamrih yang selalu kau berikan untukku.  
Hadirmu telah membawa perubahan dalam hidupku  
Aku dulunya keras kepala, egois, dan tidak dewasa,  
Tetapi dengan kehadiranmu semuanya berubah.  

Engkau sosok yang perhatian, penyabar, penyayang, dewasa, dan juga bijaksana.  
Aku berjanji untuk memilikimu sebagai benteng kekuatanku. 

Kekasihku, percayalah, aku sangat mencintaimu dengan tulus,  
Rasa bahagia ketika kita bersama, melihatmu tersenyum dan tertawa. 
Rasa rindu ketika tidak bisa menatapmu dan rasa takut kehilanganmu. 
Aku menyadari, bahawa inilah namanya Cinta. 

Kekasihku 
Tak henti-hentinya saya bersyukur kepada Maha Pencitpa 
Telah menitipkan engkau untukku
Aku akan menapaki masa depan bersamamu sampai akhir hayat.  
Terima kasih cinta sejati.  

Yang mencintaimu Endang Mayasari Bambu 

*Manggarai Timur
Selasa, 10 Maret 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Molas Kala Rana II Endang Bambu dan Ino Sengkang II moment Tunangan 25 April 2020

Rintihan Kesunyian telah Hilang II Ino Sengkang untuk Kekasih Endang Bambu

Ledalero Gadis Kebijaksanaan, Wanita pujaanku|| puisi untuk kekasih jiwaku