Postingan

Rintihan Kesunyian telah Hilang II Ino Sengkang untuk Kekasih Endang Bambu

Gambar
                         Rintihan Kesunyian Malam kian larut Bulan dan bintang berpaut Dalam rintihan kesunyian Hening,   hilang dan tenang   Gelap Serupa wajahmu datang penuh senyuman Membalut   sukacita yang   tinggal kenangan Membasahi jiwa dengan gerimis kebahagiaan Semakin sendiri terlalu dingin Hanya rintihan kesunyian Ia menatapku sambil tersenyum dibalik cahaya lilin   Hatiku berbisik penuh kelembutan Jangan takut, Aku ini Percayalah matahari akan terbit Musim dingin akan berlalu Dan musim semi kehidupan akan tiba Bermekaran mewarnai seluruh hidupmu Sirami hatimu dengan kepercayaan dan doa   Tuhan mengasihimu.     *Rintihan Kesunyian telah   hilang, Agustus 2020. Puisi untuk KekasihII Terima Kasih Cinta Endang Bambu  

Melodi Tangisan Mungil II Puisi Ulang Tahun Kekasih Endang Mayasari Bambu

Gambar
         Melodi Tangisan Mungil Kesunyian sirna, oleh melodi tangisan mungil Tangisan yang melahirkan kebahagiaan menghidupkan jiwa, atas keindahan cinta suaranya manis, di bibirnya sebuah senyum penuh madu cinta dan dalam tatatapan matanya penuh dengan sinar kehidupan Di keheningan malam yang penuh sukacita Kukatupkan tangan   dan   bersyukur Pada   hatiMu yang mesra Kucari perlindungan dari rahmatMu Engkaulah satu-satunya milik hatiku Biarkan engkau jadi tempat   perlindunganku   Biarkan   kerinduan jiwaku bernyala-nyala Letakan tangan dan matamMu di hatiku, miliki aku Hari ini, esok dan selamanya Aku melihat diriku sekarang, dengan seluruh cinta dan mimpiku Terima kasih 25 tahun , usia baruku dengan sejuta kegembiraan   Terimakasih ibu Yasinta dan Alm papa Mateus Bambu, ketiga saudaraku   K’ Linda, K’ Lidya, K” Eman   atas ketulusan, pengorbanan dan Cinta Yang Ajaib ...

Mereka Bertekun Sehati dalam Doa || Homili RD. Oriol Dampuk, Minggu Paskah VII

Gambar
*“Mereka semua bertekun  Sehati dalam Doa” (Kis. 1:14)   (Ket Foto: Buku Doa Sama-Sama karya Ino Sengkang**) “Berdoalah seolah-olah semua bergantung pada Allah. Bekerjalah seolah-olah segalanya bergantung kepadamu” – St. Agustinus Setelah Yesus naik ke surga, para murid berkumpul dan berdoa bersama. Mereka berdoa agar dijauhkan dari para penjajah. Selain itu, mereka berharap akan kedatangan Roh Penghibur yang telah dijanjikan Yesus. Mereka tidak dapat lagi memandang Yesus secara fisik namun iman mereka bertumbuh demi keselamatan diri mereka. Mereka berserah kepada Tuhan. Bertekun berarti menyediakan ruang dan tempat bagi Yesus. Sehati berarti iman mereka diarahkan pada Tuhan sendiri dengan keyakinan bersama. Mereka menantikan peristiwa luar biasa. Kebersamaan ini bukanlah sebuah perlawanan untuk melawan bangsa Romawi melainkah satu kesatuan iman akan Kristus. Dengan berdoa pula, mereka melanjutkan karya keselamatan Allah bagi semua orang. Doa adalah jalan menuju kede...

MataMu, Mata Sunyi II untukmu Kekasih Endang Mayasari Bambu II Ino Sengkang

Gambar
                                                             MataMu, Mata Sunyi  Aku memanggilmu saat fajar merekah Ketika mata alam pagi   tersenyum   manis Di balik bukit Mamba, Tuhan membangunkanmu “Mendekatlah padaku, Mendekaplah di dadaku, di dekat jantungku: Kau adalah fajar pagiku   Cahaya mataMu telah menyebarkan butiran benih cinta dalam jiwaku Hangat terasa, kami akhirnya bersatu dalam cinta  Semuanya milikMu Semuanya untukMu Aku adalah MilikMu Dan segala milikku adalah MilikMu          Peluklah Aku        Jiwaku menantiMu          Berikan aku hatimu        Kuberikan juga hatiku        Aku milikMu satu-satunya Anugerahilah kiranya   roh...

Molas Kala Rana II Endang Bambu dan Ino Sengkang II moment Tunangan 25 April 2020

Gambar
Molas Kala Rana  Aku mencintai seorang wanita, dengan perisai balibelo indah di atas kepalanya. Wajahnya, elok nan manis memancarkan cahaya misteri embun pagi. Wajahnya yang ramah mengalirkan cinta baru kehidupan. Aku memeluk jiwanya. Musim  semi kehidupan telah tiba  Hatiku bersukaria dan jiwaku bersorak-sorak. Malam ini (Sabtu 25/04/2020), di bawah cahaya taga wulang, kami meracik kisah cinta ini.    ** Dalam kabut taga wulang yang pertama Aku melihat seorang Gadis menari pada bulan Dengan seribu tetesan bintang di rambut Dan kepalanya dimahkotai perisai Balibelo Ia memiliki jiwa   yang suci dan   dan hati yang tulus. Tubuhnya seperti mutiara dengan keindahan yang tak terlukiskan Dan Ia memiliki senyuman lembut di bibir keindahan   Dan dari bibirmu meneteskan madu murni Dan putih kulitmu seperti salju pegunungan Alpen Dan sejuk bagaikan merpati matamu Enu, Aku mencintaimu.   Ite seperti nad...

Doa Syukur untuk Kekasih II Ino Sengkang & Endang Bambu //Sabtu, 25 April 2020

Gambar
Doa Syukur untuk Kekasih   Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? Di bawah pohon apel kubangun engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau. Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti cinta pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia yang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api Tuhan.   Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkanya (Kid. Agung 8:5-7)   * Ya Allah, alangkah dalamnya Cinta, hikmah dan pengetahuan-Mu.   Tak terpahami keputusan-Mu dan tak terselami Jalan-Mu. Siapakah yang mampu membaca pikiran-Mu?   Engkaulah yang Maha Tahu Segala sesuatu berasal dari Dikau Cinta kasih, rendah hati, sabar, indah, lembut hati dan bijaksana  Ya Tuhan Yesus, bimbinglah dan jagalah kekasihku Teofila Endang Mayasari Ia akan mencintai aku dan mengikuti aku dengan segenap hati Sesuai dengan...

Abadi Jiwaku, untukmu II Mengenang Alm. Opa Thomas Wangur

Gambar
Abadi Jiwaku, untukmu  Hujan di awal bulan April pelan-pelan redah. Langit gelap mulai terang , pertanda awan rindu akan datangnya musim semi mulai nampak. Suara suara alam bergantian menyapa bumi. Hembusan angin sepoi-sepoi berziarah ke timur. Gemuruh cakrawala menggelegar seakan membuka pintu surga. Benar. Paskah Tuhan hampir tiba. Haleluya sukacita jiwaku.   Terpujilah Tuhan selama-lamanya.  Ketika senja menjelang menjemput malam. Aku mendengar    gelombang pantai selatan Cepi Watu tidak biasanya tenang. Riuh ombak yang meninggal buih putih tidak tampak lagi. Perahu nelayan tidak lagi menebarkan jalanya. Lalu, Aku menatap ke utara, lukisan   alam hamparan sawah Waereca bernas menguning nan emas. Segerombolan   burung pipit pulang ke sarang. Aku seperti melihat ruang kosong kehidupan. Sayup adzan mulai berkumandang.   Ah, Senja hampir tiba. “berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamana waktunya tiba..(bdk. Mat 24:36-44). “Bapa ke da...