Mereka Bertekun Sehati dalam Doa || Homili RD. Oriol Dampuk, Minggu Paskah VII

*“Mereka semua bertekun  Sehati dalam Doa” (Kis. 1:14)

 
(Ket Foto: Buku Doa Sama-Sama karya Ino Sengkang**)

“Berdoalah seolah-olah semua bergantung pada Allah. Bekerjalah seolah-olah segalanya bergantung kepadamu” – St. Agustinus

Setelah Yesus naik ke surga, para murid berkumpul dan berdoa bersama. Mereka berdoa agar dijauhkan dari para penjajah. Selain itu, mereka berharap akan kedatangan Roh Penghibur yang telah dijanjikan Yesus. Mereka tidak dapat lagi memandang Yesus secara fisik namun iman mereka bertumbuh demi keselamatan diri mereka. Mereka berserah kepada Tuhan. Bertekun berarti menyediakan ruang dan tempat bagi Yesus. Sehati berarti iman mereka diarahkan pada Tuhan sendiri dengan keyakinan bersama. Mereka menantikan peristiwa luar biasa. Kebersamaan ini bukanlah sebuah perlawanan untuk melawan bangsa Romawi melainkah satu kesatuan iman akan Kristus. Dengan berdoa pula, mereka melanjutkan karya keselamatan Allah bagi semua orang. Doa adalah jalan menuju kedekatan kita dengan Tuhan.
Lebih jauh, Doa menjadi bukti kepercayaan kepada Tuhan. Dalam situasi sekarang, kita diajak untuk senantiasa menguatkan iman dengan berdoa agar pandemi corona segera berakhir. Kita yakin Tuhan akan menganugerahkan berkat-Nya dengan menghentikan virus ini, menyembuhkan mereka yang terpapar, menyelimuti para medis, dan memberi tempat layak bagi mereka yang telah meninggal. Dengan berdoa, kita pun diajak untuk menantikan sebuah berkat tiada terkira saat mana virus ini berhenti sama seperti para murid yang menantikan Roh Kudus. Berdoalah senantiasa.
“Berdoalah sampai segala sesuatu terjadi. Berdoalah saat semuanya terjadi. Berdoalah meski tidak terjadi apa-apa”
 Pada akhirnya, doa itu seperti payung. Payung memang tidak akan menghentikan hujan tetapi ia melindungi kita dari derasnya hujan. Doa tidak akan menghentikan masalah, tetapi melindungi kita dari besarnya masalah”

         Selamat berhari Minggu Paskah VII

*Homili RD. Oriol Dampuk
**Dapatkan buku Doa Sama-Sama dan temukan Mukjizat tentang Doa, hubungi FB Ino Sengkang & Endang Bambu


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Molas Kala Rana II Endang Bambu dan Ino Sengkang II moment Tunangan 25 April 2020

Rintihan Kesunyian telah Hilang II Ino Sengkang untuk Kekasih Endang Bambu

Ledalero Gadis Kebijaksanaan, Wanita pujaanku|| puisi untuk kekasih jiwaku