Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Molas Kala Rana II Endang Bambu dan Ino Sengkang II moment Tunangan 25 April 2020

Gambar
Molas Kala Rana  Aku mencintai seorang wanita, dengan perisai balibelo indah di atas kepalanya. Wajahnya, elok nan manis memancarkan cahaya misteri embun pagi. Wajahnya yang ramah mengalirkan cinta baru kehidupan. Aku memeluk jiwanya. Musim  semi kehidupan telah tiba  Hatiku bersukaria dan jiwaku bersorak-sorak. Malam ini (Sabtu 25/04/2020), di bawah cahaya taga wulang, kami meracik kisah cinta ini.    ** Dalam kabut taga wulang yang pertama Aku melihat seorang Gadis menari pada bulan Dengan seribu tetesan bintang di rambut Dan kepalanya dimahkotai perisai Balibelo Ia memiliki jiwa   yang suci dan   dan hati yang tulus. Tubuhnya seperti mutiara dengan keindahan yang tak terlukiskan Dan Ia memiliki senyuman lembut di bibir keindahan   Dan dari bibirmu meneteskan madu murni Dan putih kulitmu seperti salju pegunungan Alpen Dan sejuk bagaikan merpati matamu Enu, Aku mencintaimu.   Ite seperti nad...

Doa Syukur untuk Kekasih II Ino Sengkang & Endang Bambu //Sabtu, 25 April 2020

Gambar
Doa Syukur untuk Kekasih   Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? Di bawah pohon apel kubangun engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau. Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti cinta pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia yang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api Tuhan.   Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkanya (Kid. Agung 8:5-7)   * Ya Allah, alangkah dalamnya Cinta, hikmah dan pengetahuan-Mu.   Tak terpahami keputusan-Mu dan tak terselami Jalan-Mu. Siapakah yang mampu membaca pikiran-Mu?   Engkaulah yang Maha Tahu Segala sesuatu berasal dari Dikau Cinta kasih, rendah hati, sabar, indah, lembut hati dan bijaksana  Ya Tuhan Yesus, bimbinglah dan jagalah kekasihku Teofila Endang Mayasari Ia akan mencintai aku dan mengikuti aku dengan segenap hati Sesuai dengan...

Abadi Jiwaku, untukmu II Mengenang Alm. Opa Thomas Wangur

Gambar
Abadi Jiwaku, untukmu  Hujan di awal bulan April pelan-pelan redah. Langit gelap mulai terang , pertanda awan rindu akan datangnya musim semi mulai nampak. Suara suara alam bergantian menyapa bumi. Hembusan angin sepoi-sepoi berziarah ke timur. Gemuruh cakrawala menggelegar seakan membuka pintu surga. Benar. Paskah Tuhan hampir tiba. Haleluya sukacita jiwaku.   Terpujilah Tuhan selama-lamanya.  Ketika senja menjelang menjemput malam. Aku mendengar    gelombang pantai selatan Cepi Watu tidak biasanya tenang. Riuh ombak yang meninggal buih putih tidak tampak lagi. Perahu nelayan tidak lagi menebarkan jalanya. Lalu, Aku menatap ke utara, lukisan   alam hamparan sawah Waereca bernas menguning nan emas. Segerombolan   burung pipit pulang ke sarang. Aku seperti melihat ruang kosong kehidupan. Sayup adzan mulai berkumandang.   Ah, Senja hampir tiba. “berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamana waktunya tiba..(bdk. Mat 24:36-44). “Bapa ke da...