Rumah Impian|| Puisi untuk Kekasih || di Rumah Impian, Aku Merindukanmu

                  Rumah Impian


Aliran sungai memercik kesunyian siang di kota Dingin
Mengalir tanpa hentinya
Seperti aliran darahku yang memberi kehidupan untukmu
Begitupun cintaku terus mengalir untuk membasahi hatimu

Aku pernah mengimpikan
Akan memiliki rumah yang sederhana
Namun kaya akan kebahagiaan
dan cinta
Beratapkan ijuk kebaikan
Bertiangkan balok-balok kepercayaan
Dindingnya dari doa
Menaungi Panas
Menyelimuti  malam yang sunyi.

Rumah impian ya,
Rumah Cinta kita
Dikelilingi Pepohonan yang hijau dan rindang
Tempat kita bernaung sambil
Bersendagurau menikmati secangkir kopi Colol*
Diraciki gula kolang*  pemanis rindu

Di depannya terdapat petak-petak sawah berjejer rapih
Ditumbuhi padi sebagai sumber kehidupan kita kelak
                      Dan
Aku menginginkan kita bersama
Menuai panenan cinta kita dengan sukacita

Aku kembali ke ruang hatiku
Memandang wajahmu yang cantik
Tersenyum manis padaku
di Rumah Impian Aku Merindukanmu


Selasa, 26 November 2019

Puisi untuk kekasih, ditulis dan dibacakan pada kegiatan Bimbingan Teknis Literasi di SMAK Santisima Trinitas Ranggu.  Kemudian di salin kembali 29 Januari 2020.

*kopi Colol : komoditi Kopi yang ada di daerah Colol Kab. Manggaarai Timur.
*gula Kolang: gula pasir/batang yang dihasilkan dari Nira pohon Enau oleh masyarakat Ranggu kec. Kuwus.kab Manggarai Barat.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Molas Kala Rana II Endang Bambu dan Ino Sengkang II moment Tunangan 25 April 2020

Rintihan Kesunyian telah Hilang II Ino Sengkang untuk Kekasih Endang Bambu

Ledalero Gadis Kebijaksanaan, Wanita pujaanku|| puisi untuk kekasih jiwaku