Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Bisikan Rindu Untukmu Cakrawala karya Reineldis Alviana Jaimun

Gambar
BISIKAN RINDU UNTUKMU CAKRAWALA NTT Reineldis Alviana Jaimun Puan Aku sedang menggembara di bukit pitung Gersangan kabut mengisi sel sel bumi langgaran menggapung Tak ada gerimis menggundang mata ataupun hewan belanta Dari sini Sudut gunung melenjit turun Kilik kilik gawang pantulan sunyinya bunyi mengendong telunjuk Tegar ku berdiri untuk gembong selat selatan Gentas ! Ganas ! Ku kirimkan segepuk kataku Berlubang besar sampai kontras ibukota mementas Bisikan rindu untukmu cakrawala Doa gepeng bergeradi musim pagi kota ruteng Gembok poco ndeki Menginginkan kembali membawa cakar tajam bersemi Ruteng,14 September 2019 Nb : MAGUIN* Salam harapan yang tak pernah kandas dariku 😊🙏.Terimakasih kuucapkan motivator .Media Cakrawala NTT Jaya selalu di udara dan hati anak anak bangsa 😊🙏. *MAGUIN adalah akronim dari sosok motivator penulis.

Sunyi Karya Putra Soy

Gambar
Sunyi  karya Putra Soy Malam makin nampak gelapnya Bayangan liar Merayap pada dinding kamar Kini lenyap Tertangkap remah-remah lentera berkaca Nyanyian jangkrik begitu syaduh Di atas ranjang Pada peratapan sunyi #CoretanPenaTua Ende NTT, 12 September'2019

Untukmu HABIBI karya Reineldis Alviana Jaimun

Gambar
HABIBI Karya  Reineldis Alviana Jaimun* Sapaku dari Ruteng kota molas Rahim sejarah masih tergeletak untuk tanah air Indonesia Musim ringkas Sekilas dingin ini berimbang tentang hujan september Dirimu Di panggil sang khalik Tanah motang rua menderu kepada tungku api Semua darahmu menjadi bukti untuk negri ini Habibie Lembah bukit hijau tersenyum untukmu Air mata hati melambaikan sejejer kenangan Habibie doa mata fajar menerima engkau pergi Selamat jalan pahlawan demokrasi Aku mencintaimu sampai hari ini Selamat Jalan Habibi Terimakasih J Ruteng NTT, 11 September 2019 *Penulis siswa SMAN 2 Ruteng.

Sebuah Kerinduan Karya Rosalia Dalima Bhoki

Gambar
                                         Sebuah Kerinduan                            Karya Rosalia Dalima Bhoki*  Akankah selamanya...? Suhu tubuh bak di kutub Bergeming ngemis merindu pujaan hati Sesaat kepalan tangan kepalang tanggung Siasati hati menjamu tamu hati yang menghilang sekejab tanpa berita Mungkinkah Terjebak pusaran segitiga bermuda? Akankah selamanya...? Pikiran melingkar benak tergerak gesek rinai rindu Sajadah wardah kusam melotot disudut tak tersentuh Keluh dan peluh merajai habis tiap sembahyang Asa membayang bias menampik sirna gulungan angan berapi terserak Akankah selamanya..? Asap mengepul sebatang tak cukup Sulut berulang abu menyatu satu dalam asbak limas segitiga Hingga jingga melesat kecap senja penghujung hari Sebotol kobok menjamu harap tak sampai... ...

Sebotol Kobok

Gambar
Sebotol Kobok Karya Rosalia Dalima Bhoki* Senja kemarin... Sebotol kobok menjamu raga yang resah... Mabuk kepayang kepala berimajinasi seribu... Tubuh melayang bebas seperti layang tanpa benang... Senja kemarin... Sebungkus coba membungkus rasa hati yang nyatanya pupus... Kepulan asap batang putih penuh nikotin membekap mulut tanpa putus... Bau membui pekat sekat tatap mata nyata jadi samar... Senja kemarin... Tiga dara coba tenangkan hati... Tangis mengucur sembab mata tak bisa ditampik... Rambut gerai dikemudi kemudian dikuncir.... Seperti hati perih mengunci pasti... Tiga dara bercakap tanpa sengaja emosi menjadi kawan... Meletup merakit amarah... Berdecak..tak menyangka...keji...ingin menepi dini.. Senja kemarin... Aku takluk dibawa tekanan sebotol kobok.. Bingung linglung.. Berkawan sebungkus nikotin mencoba membungkus rasa hati yang pupus... Bersama tiga dara dari utara villa delvia... Kubenamkan luka hati pria tak berempati... Manusia setengah de...